Fraksi minyak bumi berikut yang tersusun menurut bertambahnya titik didih adalah

Fraksi-fraksi minyak bumi berupa gas akan mengembun sesuai urutan titik didihnya masih-masing. Hasil destilasi bertingkat dapat dikelompokkan menjadi beberapa fraksi berdasarkan titik didih dan kegunakaannya. Perhatikan tabel urutan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan kenaikan titik didihnya berikut ini.

No.Fraksi Minyak BumiJumlah AtomTitik Didih (C)Kegunaan
1GasC1 – C4< 30Bahan bakar gas LPG, bahan baku berbagai produk petrokimia
2Petrolium EterC5 – C630 – 60Pelarut non-polar, cairan pembersih
3Ligronin/NaftaC6 – C760 – 100Pelarut non-polar, zat aditif pada bensin
4Bensin (Gasolin)C5 – C1040 – 200Bahan bakar kendaraan
5Kerosin (Minyak tanah)C12 – C18175 – 325Bahan bakar kompor minyak tanah, bahan bakar jet
6Solar>C12250 – 400Bahan bakar mesin disel
7Oli>C20350 – 500Pelumas
8Residu>C25>500Lilin, parafin, aspal

Minyak bumi adalah cairan kental bewarna cokelat gelap atau kehijauan yang mudah terbakar. Disebut juga sebagai crude oil, emas hitam, dan petroleum. Minyak bumi sebagian besar tersusun atas senyawa-senyawa hidrokarbon jenuh (alkana). Setiap jenis senyawa hidrokarbon memiliki titik didih yang berbeda. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka titik didihnya juga semakin besar. Perbedaan titik didih tersebut menghasilkan beberapa fraksi-fraksi minyak bumi yang memiliki kegunaan berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan beberapa fraksi minyak bumi beserta titik didihnya. Langsung saja kita simak yang pertama:

1. Aspal

Titik didih: 525 °C

Aspal adalah residu minyak bumi dan didapatkan saat minyak bumi pertama kali masuk ke dalam menara distilasi dan dipanaskan pada suhu lebih dari 500 °C. Fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih dibawah 500 °C akan menguap ke atas menara distilasi dan dipanaskan kembali. Sedangkan yang memiliki titik didih diatas 500 °C akan terkumpul menjadi residu yang selanjutnya dijadikan aspal. Aspal digunakan sebagai penghalus jalan.

3. Oli

Titik didih: 350-500 oC

Oli atau pelumas adalah hasil distilasi minyak bumi setelah aspal. Minyak bumi akan dipanaskan dengan suhu antara 350 oC dan 500 oC sehingga senyawa hidrokarbon yang memiliki titik didih dibawah 350 oC akan menguap dan yang memiliki titik didih diatasnya akan membentuk oli. Oli digunakan sebagai pelumas/pelicin komponen mesin kendaraan.

4. Solar

Titik didih: 270-350 oC

Solar adalah hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 200 oC dan 350 oC. Titik didihnya memang di antara suhu tersebut sehingga ketika dipanaskan pada suhu tersebut, rantai hidrokarbon yang memiliki 8 sampai 21 atom karbon (solar) tidak akan menguap. Solar digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.

5. Kerosin dan Avtur

Titik didih: 180-250 oC

Kerosin dan avtur adalah hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 170 oC dan 250 oC. Kerosin (minyak tanah) digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak tanah. Sedangkan avtur digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang.

6. Nafta

Titik didih: 80-170 oC

Nafta (bensin berat) adalah hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 70-140 oC. Nafta digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia seperti plastik, karet sintetis, deterjen, obat, cat, serat sintetis, kosmetik, dan zat aditif bensin.

7. Bensin

Titik didih: 70-140 oC

Bensin adalah hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 35-75 oC. Terdiri atas isomer-isomer heptana dan oktana. Bensin digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

8. Petroleum Eter

Titik didih: 30-90 oC

Petroleum eter adalah hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 30 sampai 90 derajat celcius. Ciri khas petroleum eter adalah mudah terbakar dan harganya yang murah. Namun petroleum eter tidak terlalu membahayakan. Petroleum eter digunakan sebagai bahan pelarut nonpolar dan sebagai pengganti pentana.

9. Gas

Titik didih: (-160)-30 oC

Gas adalah hasil distilasi minyak bumi dengan suhu distilasi yang paling rendah antara –160 sampai –40 derajat celcius. Ini dikarenakan gas sangat mudah menguap. Gas adalah wujud gas dari LPG yang berwujud cair. Gas digunakan sebagai bahan bakar kompor gas.

Kita telah menyimak 9 Fraksi Minyak Bumi. Tersedia juga pelatihan dan sertifikasi Oil and Gas management di OMC by Synergy Solusi Indonesia Member of Proxsis. Selain Pelatihan Oil and Gas, ada juga topik pelatihan yang alinnya, klik disini untuk cek agenda pelatihan kami. Atau, gunakan fitur chat dibawah untuk terhubung dengan narahubung kami.

Proxsis Surabaya memberikan layanan terbaiknya dalam bidang konsultasi dan pendampingan Sistem Manajemen. Tidak terkecuali Sistem Manajemen Keselamatan K3 Migas. Ingin diskusi ringan tahap awal terkait Manajemen K3 Migasdan penerapannya? Yuk jadwalkan diskusi dengan tim tenaga Ahli dari Proxsis Surabaya! Diskusi ini tidak di pungut biaya loh. Jangan lupa isi form nya ya!

Sumber: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/

Fraksi minyak bumi berikut yang tersusun menurut bertambahnya titik didih adalah ….

D. bensin, kerosin, solar

Pendahuluan:

Fraksi minyak bumi adalah hasil pengolahan minyak bumi denganmenggunakan penyulingan (distilasi) untuk memisahkan penyusun minyak bumi berdasarkan titik didihnya.

Dengan penyulingan, minyak bumi mentah yang merupakan campuran berbagai senyawa bisa dipisah-pisahkan menjadi campuran yang memiliki kegunaan tertentu.

Pembahasan:

Fraksi ini beragam sesuai dengan titik didihnya yaitu:

– titik didih sekitar 20° C: Gas minyak bumi cair atau LPG.  

Umumnya gas ini digunakan untuk bahan bakar kompor masak.

– titik didih sekitar 70° C: Nafta.  

Cairan ini digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bensin oktan tinggi serta bahan baku industri petrokimia seperti plastik, karet sintetis, deterjen.

– titik didih sekitar 120° C: Bensin atau gasolin.

Digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Bensin terdiri atas isomer-isomer heptana dan oktana

– titik didih sekitar 170°C: Parafin atau kerosin atau minyak tanah.

Digunakan sebagai bahan untuk membuat avtur atau bahan bakar untuk pesawat terbang jet. Dahulu juga banyak digunakan sebagai bahan bakar kompor rumah tangga, sebelum digantikan oleh LPG.

– titik didih sekitar 270° C: Minyak diesel atau solar.

Digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor yang memiliki mesin dengan jenis  diesel.

– titik didih sekitar 400° C: Pelumas atau lubricant.

Digunakan untuk merawat dan melindungi mesin dari gesekan.

– titik didih 600°: Minyak bakar.

Digunakan untuk bahan bakar kapal laut dan pabrik.

Sisa dari senyawa minyak bumi yang mengendap menjadi aspal atau bitumen yang digunakan sebagai bahan pembuatan jalan raya.  

Pelajari lebih lanjut    

Bagaimana cara memisahkan bensin, minyak tanah dan solar dengan teknik destilasi?  

https://brainly.co.id/tugas/273283  

————————————————————————————–

Detail Jawaban

Kelas: XI  

Kode: 11.7.1

Mata pelajaran: Kimia  

Materi: Bab 1 – Hidrokarbon dan Minyak Bumi

Kata kunci: Fraksi Minyak Bumi

unsur semi logam beserta nama 103tolong bantu ya kak​

dalam suatu reaksi pelarut logam Zn menggunakan zncl2.jika massa Zn yang di larutkan adalah 16.25 gram, berapakah volume gas hidrogen yang dihasilkan … dalam kondisi RTP?​

Adisi asetilena dengan gas hidrogen klorida sampai jenuh akan menghasilkan senyawa ....

Tolong di jawab ya kak soal Kimia kelas 11 Yang pakai tabel ya kak mohon di jawab Terima kasih telah membantu saya​

lilin menyala itu fisika atau kimia​

Tuliskan jenis jenis reaksi senyawa karbon beserta contohnya ​

gambarlah f=5n ke timur laut. skala 1 N mewakili 1/2 cm​

Buatlah kesimpulan mengenai reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon ​

⁹CH3 | ¹CH3-²CH₂-CH₂ -³C -⁴CH₂ -⁵CH-⁶CH3 | … | ⁸CH5 ⁷CH3yang mana atom C primer, skunder, teriser dan kuarterner​

tentukan biloks dari : 1) Fe dalam Fe0 dan Fe203 2) Al dalam Al203 3) Cr dalam Cr20²‐7 4) Mn dalam Mn04‐5) N dalam HN02​