Keterampilan yang harus dimiliki seorang wirausaha antara lain brainly

Terjun menjadi seorang wirausahawan haruslah memilih keterampilan yang mumpuni. Wirausaha pada dasarnya adalah sebuah upaya dan usaha mandiri untuk mencapai kesejahteraan bagi diri sendiri juga bagi lingkungan sekitarnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;

Berwirausaha bukan sekadar mengikuti apa yang lagi trend, meskipun ini menjadi salah satu keterampilan wirausaha. Tapi tidak hanya itu saja. Setidaknya ada tujuh keterampilan dasar yang harus dimiliki orang yang terjun sebagai wirausaha.

  1. Keterampilan dalam beradaptasi
  2. Keterampilan analitis
  3. Keterampilan komunikasi
  4. Keterampilan manajemen keuangan
  5. Keterampilan memimpin
  6. Keterampilan marketing
  7. Keterampilan perencanaan strategis

Keterampilan ini tidak hanya harus dimiliki salah satu keterampilan saja. Keterampilan yang dimiliki haruslah keseluruhannya. Jika Anda sudah memiliki salah satu keterampilan wirausaha di atas, adalah sebuah modal penting bagi Anda untuk mengembangkan keterampilan lain dan menjadi wirausaha yang sukses.

Berikut ini penjabaran satu per satu keterampilan dalam wirausaha:

Keterampilan dalam Beradaptasi

Sebuah usaha tentu sudah direncanakan secara matang. Namun, dalam perjalanannya tidak semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana. Nah, dalam merencanakan pun harus bisa menyeseuaikan diri (beradaptasi) dengan keadaan terbaru.

Jika dalam dalam sebuah perjalanan usaha, ada perubahan sekecil apapun seorang wirausahawan harus bisa langsung menyesuaikan. Jika tidak, usaha yang dilakukan tidak akan sesuai dengan permintaan pasar.

Keterampilan Analitis

Salah satu keterampilan wirausaha adalah Keterampilan Analitis. Keterampilan analitis meliputi kemampuan untuk berpikir kritis, keterampilan dalam meneliti, dan tujuan akhirnya adalah menyelesaikan masalah yang terjadi.

Misalnya dalam sebuah usaha, pertanyaan yang pasti muncul adalah produk apa yang harus saya produksi? Dengan begini akan meneliti kebutuhan pasar. Ujungnya adalah saya harus produksi barang ini dengan cara begini dengan strategi pemasaran begini.

Keterampilan Komunikasi

Menjadi seorang wirausaha adalah keputusan untuk berurusahan dengan banyak orang, baik sebagai mitra maupun pekerja. Dengan demikian komunikasi yang baik adalah keterampilan utama yang juga harus dimiliki oleh wirausaha.

Keterampilan komunikasi diperlukan untuk menjelaskan potensi kepada investor serta hubungan yang baik dengan banyak sekali orang untuk mengurus segala sesuatu yang dibutuhkan oleh usahanya.

Keterampilan manajemen keuangan

Salah satu keterampilan wirausaha adalah mengatur keuangan. Manajemen keuangan bukan sekadar mencata pemasukan dan pengeluaran uang. Itu adalah pekerjaan kasir, bukan seorang wirausaha. Wirausaha harus mampu mengatur uang mana yang harus dibelanjakan sebagai modal usaha, bagaimana mendapatkannya, bagimana mengelolanya agar keuangan bisa berjalan efektif efisien untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Keterampilan Memimpin

Keterampilan memimpin adalah salah satu ketrampilan wirausaha yang mutlak diperlukan. Seorang wirausaha pada dasarnya adalah orang yang memimpin sebuah usaha, meskipun tidak punya pekerja. Lebih-lebih jika memiliki pekerja. Maka kemampua mengatur jalannya usaha adalah sebuh keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam wirausaha.

Keterampilan Marketing

Uang yang didapat oleh seorang wirausaha tentu berasal dari konsumen atau pemakai. Nah, agar produk yang telah diusahakan sampai pada pemakai yang tepat, salah satu keterampilan yang harus dimiliki wirausaha adalah keterampilan memasarkan produknya. Keterampilan marketing atau pemasaran tidak bisa tidak adalah kuncil. 

Hasil wirausaha yang telah diupayakan tidak akan ada artinya jika tidak dibeli oleh konsumen. Tidak mungkin mendapatkan hasil dan keuntungan jika tidak dipasarkan dengan baik.

Keterampilan Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah keterampilan dalam wirausaha untuk mengelola kegiatan usaha, menyelaraskan prioritas, menetapkan tujuan, dan menyederhakan produksi. Dengan demikian tujuan utama usaha yang harus efisien bisa dilakukan.

Cara terbaiknya adalah menuangkannya secara visual dalam peta konsep. Dengan begitu bisa memotong beberapa pos dan tahapan yang kurang efektif, atau harus mencari jalan lain dalam menjalankan usahanya.

Wirausaha yang Terampil

Jadilah wirausahawan yang terampil, dalam bidang yang dikuasai. Bukan sekadar harus ikut-ikutan bikin ini itu, tanpa perencanaan yang matang.

Baca Juga :

Ilustrasi pengusaha. ©Shutterstock.com/Minerva Studio

JABAR | 2 Januari 2021 07:45 {news_reporter_link} {news_ext_reporter}

Merdeka.com - Sulitnya mencari pekerjaan di tengah peluang yang sangat sempit menjadi keluhan banyak orang. Sudah menjadi rahasia umum bila kondisi negara kita di mana semakin banyak orang terdidik, semakin banyak pula orang yang menganggur. Sedangkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan pekerjaan sangat terbatas.

Maka dari itu, untuk mengatasi masalah pengangguran yang semakin banyak harus dilakukan suatu usaha dengan harapan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bukan saja untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Salah satu alternatif yang paling diharapkan dalam memberikan jalan keluar bagi masalah pengangguran adalah dengan menjadi seorang wirausahawan yang menciptakan peluang kerja bagi orang lain. Namun, menjadi wirausahawan bukanlah perkara mudah, butuh semangat dan tekad yang kuat.

Selain itu, seorang wirausahawan juga dituntun memiliki sifat kreatif, inovatif, percaya diri, dan berani mengambil risiko. Jika ke depan kamu ingin menjadi seorang wirausahawan maka perhatikan bagaimana seorang wirausahawan bertindak sebagai bekal bagi kamu untuk mewujudkan impianmu.

Berikut ini informasi lengkap mengenai ciri-ciri seorang wirausahawan, lengkap dengan pengertiannya menurut para ahli telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

2 dari 3 halaman


1. J.B Say (1803)
Say mengungkapkan bahwa seorang wirausahawan adalah pengusaha yang memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien, serta meningkatkan tingkat produktivitas para pekerjanya dari yang mulanya rendah menjadi tinggi.

2. Geoffrey G. Meredith (1995)
Menurut Geoffrey G. Meredith, wirausahawan adalah orang dengan kemampuan untuk melihat dan menilai semua kesempatan yang datang dalam dunia bisnis dan mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan agar mendapatkan keuntungan. Seorang wirausahawan juga harus mampu mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan di masa mendatang.

3. Richard Cantillon
Sedangkan menurut Richard Cantillon, wirausahawan adalah seseorang dengan kemampuan untuk memindahkan atau mengkonversikan sumber daya ekonomis pada tingkat produktivitas yang rendah ke produktivitas yang lebih tinggi dari sebelumnya.

3 dari 3 halaman


1. Memiliki Jiwa Pemimpin
Ciri-ciri seorang wirausahawan yang pertama adalah dia memiliki jiwa pemimpin. Sebab, wirausahawan tentu akan jadi pemimpin dalam perusahaannya. Pemimpin hendaknya berjiwa ksatria, adil, bertanggung jawab, cerdas serta memiliki sikap terpuji lainnya. Dengan begitu, pekerja di perusahaan tidak mengeluh, betah bekerja, hingga kinerjanya dapat meningkat.

2. Orientasi ke Depan
Ciri-ciri seorang wirausahawan berikutnya adalah dia yang memiliki sikap orientasi ke depan. Hal ini tak lain karena wirausahawan adalah suatu profesi yang memiliki orientasi masa depan dan perlu perencanaan yang baik untuk membangun usaha. Maka tidak heran, apabila seorang pengusaha perlu memiliki kehidupan wawasan yang luas untuk menghadapi rintangan di masa yang akan datang.

3. Memiliki Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri yang dimiliki wirausahawan adalah salah satu modal utama untuk mencapai kesuksesan. Sikap percaya diri akan membuat seorang wirausahawan lebih yakin dengan pekerjaannya sehingga seorang wirausahawan bisa menikmati serta menghadapi pekerjaan dengan tenang.

4. Selalu Berpikir Positif
Sebagai wirausahawan hendaknya memiliki cara pikir yang positif, terutama dalam mengambil sebuah tindakan atau langkah yang akan dilakukan. Dengan selalu berpikir positif, maka wirausahawan akan memiliki rasa optimis agar mampu berkembang dan maju. Pola pikir semacam ini yang bisa mengusir rasa takut karena gagal yang biasanya sering menghantui seorang wirausahawan untuk menjalankan usahanya.

5. Berani Menghadapi Risiko
Berbagai risiko yang ada di depan kelak, harus dihadapi wirausahawan. Sebab akan banyak sekali risiko kerugian, kegagalan, penipuan, serta resiko lainnya yang bisa menghambat kemajuan suatu usaha. Risiko tersebut hendaknya dihadapi dengan tenang sehingga nantinya tak mudah gegabah dalam mengambil keputusan. Yang perlu diingat, bahwa semakin tinggi risiko yang dihadapi maka semakin besar juga keuntungan yang akan didapatkan.

6. Memiliki Orientasi Pada Hasil
Selanjutnya, tak hanya terfokus terhadap masa depan, seorang wirausahawan perlu memiliki orientasi terhadap hasil yang bisa didapatkan. Dengan memiliki orientasi pada hasil, setiap wirausahawan dapat melakukan pekerjaan yang baik untuk membangun usahanya. Setiap wirausahawan juga harus dapat mengatasi beragam rintangan dari dalam diri sendiri, seperti malas dan mudah menyerah.

(mdk/nof)

Sikap dan Perilaku Wirausaha

Para wirausahawan tidak dapat dipisahkan dengan gambaran orang-orang yang selalu ingin maju, banyak ide-ide kreatif dan sangat menyukai tantangan. Ada beberapa sikap dan perilaku yang selaras dan sejalan dengan profil seorang wirausahawan. Berikut ini beberapa karakteristik dan sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu :

Kompetensi Wirausaha

Seorang haruslah memiliki persyaratan-persyaratan tertentu sebagai modal dasar agar ia dapat disebut sebagai seorang wirausahawan di antaranya adalah :

  • Memiliki ide yang jelas dan fokus terhadap tujuan
  • Kemauan dan komitmen yang tidak mudah tergoyahkan
  • Selalu berani untuk memulai sesuatu

Sedangkan mengenai kecukupan modal, tenaga dan pemikiran merupakan variabel yang bersifat relatif tergantung ide dan komitmen wirausaha tersebut.

Menurut Casson sebagaimana dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1993:3) mengenai beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu[1] : 

  • Self knowledge. Yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuninya.
  • Imagination. Yaitu memiliki imajinasi, ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa yang lalu.
  • Practical skill. Yaitu memiliki pengetahuan praktis, misalnya pengetahuan teknik, desain, prosesing, pembukuan, administrasi dan pemasaran.
  • Search skill. Yaitu kemampuan untuk menemukan, berkreasi dan berimajinasi
  • Foresight. Yaitu berpandangan jauh ke depan
  • Computation skill. Yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang
  • Communication skill. Yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul dan berhubungan dengan orang lain.

Norman M.Scarborough (1993) mengungkapkan bahwa kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis, meliputi :

  1. Proaktif. Selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas.
  2. Berorientasi pada prestasi atau kemajuan, cirinya adalah :
  3. Selalu mencari peluang-peluang baru
  4. Berorientasi pada efisiensi
  5. Konsen pada kerja keras
  6. Perencanaan yang sistematis
  7. Selalu memonitor keadaan
  8. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain, cirinya adalah :
  9. Selalu memegang teguh kontrak kerja
  10. Mengenal tentang betapa penting hubungan bisnis

Sedangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan menurut Dan & Bradstreet Business Credit Service (1993:1) adalah[2] : 

  1. Knowing Your Business, yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Seorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukannya. Misalnya : seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Untuk bisnis pemasaran komputer, ia harus memiliki pengetahuan mengenai komputer dan lain-lain.
  • Knowing The Basic Business Management. Yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya bagaimana cara merancang usaha, mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien.
  • Having The Proper Attitude. Yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Ia harus bersikap sebagai pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang bersungguh-sungguh dan tidak setengah hati.
  • Having Adequate Capital. Yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak saja dalam bentuk materi, tetapi juga rokhani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam berusaha. Oleh karena itu, harus cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  • Managing Finances Effectivelly. Yaitu memiliki kemampuan mengatur atau mengelola keuangan secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat.
  • Managing Time Efficiently. Yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  • Managing People. Yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, menggerakkan (memotivasi) dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  • Satisfying Customer by Providing High Quality Product. Yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  • Knowing How to Competence. Yaitu mengetahui strategi/cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkapkan kekuatan (strengths), kelemahan (weaks), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing.
  1. Copying with Regulation and Paperwork. Yaitu membuat aturan atau pedoman yang jelas dan tertulis.

Menurut Kuriloff, John M.Memphil Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil, di antaranya adalah[3] :      

  • Technical competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai bentuk usaha yang dipilih. Contohnya kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. Ia harus benar-benar mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan.
  • Marketing competence, yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok, mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Ia harus mengetahui bagaimana menemukan peluang pasar yang spesifik, misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum digarap pesaing.
  • Financial competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan, mengatur pembelian, penjualan, pembukuan dan perhitungan rugi/laba. Ia juga harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan cara menggunakannya.
  • Human relation competence, yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal, seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar perusahaan. Ia harus mengetahui hubungan interpersonal secara sehat.

[1] Budi, Triton Prawira. 2007. Panduan Sikap dan Perilaku Entrepreneurship, Kiat Sukses Menjadi Pengusaha, Cetakan I. Yogyakarta : Tugu Publisher. Hlm.136.

[2] Budi, Triton Prawira. 2007. Panduan Sikap dan Perilaku Entrepreneurship, Kiat Sukses Menjadi Pengusaha, Cetakan I. Yogyakarta : Tugu Publisher. Hlm.137.

[3] Budi, Triton Prawira. 2007. Panduan Sikap dan Perilaku Entrepreneur-ship, Kiat Sukses Menjadi Pengusaha, Cetakan I. Yogyakarta : Tugu Publisher. Hlm.140.

Judul Buku: Teori dan Praktek Manajemen, Penulis: Ais Zakiyudin, SE., MM.

Video yang berhubungan

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA