Bagaimana peran kerajaan islam dalam penyebaran Islam di Sumatera?

Menurut catatan Marco Polo dan Ibnu Batutah, sebagian besar penduduk Samudra Pasai memeluk agama Islam yang bermazhab Syafi’i. Samudera Pasai berjasa menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok di Sumatera, bahkan menjadi pusat penyebaran agama. Samudra Pasai pernah mengirim ulama ke Jawa, salah satunya Fatahillah yang menjadi panglima di Demak dan penguasa di Cirebon.

Masa kerajaan Islam dalam sejarah ialah merupakan sebuah periode dalam perjalanan perkembangan dunia Islam di Indonesia. Dengan lahirnya kerajaan Islam ini pun disertai dengan adanya kebijakan para penguasa yang dimana saat itu penuh pro dan kontra. Dalam penyebaran islam di nusantara, kerajaan islam berperan untuk :

  • Mengenalkan ajaran Islam kepada penduduk di wilayah kerajaan
  • Memudahkan transaksi perdagangan dengan para pedagang dari kawasan Timur tengah
  • mengubah budaya upeti yang dimana telah banyak digunakan di zaman kerajaan sebelumnya
  • Menciptakan tata kehidupan baru yang lebih sesuai dengan apa yang ada di ajaran islam

Jadi, jawabannya adalah kerajaan Islam mengajarkan agama Islam kepada penduduk sekitar, memudahkan tranksasi perdagangan sehingga banyak pedagang Islam dari Timur Tengah yang datang dan menyebarkan agama, dan melaksanakan hukum sesuai dengan syariat.

Ilustrasi Kerajaan Samudera Pasai. Foto: Saintif.com

Kegiatan perdagangan memiliki andil besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Kegiatan tersebut menghubungkan para pedagang dengan penduduk pribumi dan membuka peluang masuknya ajaran Islam di Nusantara.

Mengutip Jurnal Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Sumatera: Suatu Kajian terhadap Tokoh dan Lembaganya tulisan St. Aisyah Abbad dan Nur Rahma Asnawi (2020), kebanyakan ahli sejarah mengungkap bahwa pulau Sumatera merupakan wilayah pertama yang dimasuki Islam.

Penyebaran agama Islam didukung oleh jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf dan tarekat, kesenian, hingga pendidikan. Kedatangan Islam sendiri identik dengan berdirinya kerajaan Islam di wilayah Nusantara, salah satunya adalah Sumatera.

Berikut kerajaan Islam di Sumatera yang dikutip dari Jurnal Pendidikan Islam Masa Kerajaan Islam di Nusantara karya Susmihara (2018) dan Jurnal Tumbuh dan Berkembangnya Kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera dan Jawa oleh Arki Auliahadi (2019):

Ilustrasi Kerajaan Islam di Indonesia Foto: Shutter Stock

Kerajaan Islam di Sumatera

1. Kerajaan Samudera Pasai

Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara yang terletak di pesisir Timur Laut Aceh. Kerajaan ini terbentuk dari proses Islamisasi di daerah-daerah pantai oleh pedagang Muslim yang pernah singgah. Keberadaan Samudera Pasai dibuktikan dengan batu nisan makam Sultan Malik Al-Saleh, Raja pertama Samudera Pasai.

Kerajaan Aceh didirikan oleh Ali Mughayat Syah pada abad ke-15. Kerajaan ini mengalami masa kejayaan pada masa pimpinan Sultan Iskandar Muda. Kala itu, mereka berhasil memukul mundur Portugis dari selat Malaka.

Pada 1641, Kerajaan Aceh mulai mundur karena kemangkatan Sultan Iskandar Tsani. Keruntuhan mereka juga dipicu oleh kekuatan Belanda yang semakin kuat di pulau Sumatera dan Selat Malaka.

Kerajaan Minangkabau atau Pagaruyung menjadi salah satu Kerajaan Melayu yang pernah berdiri di pulau Sumatera. Pada 1600-an, Kerajaan Pagaruyung menjadi Kesultanan Islam. Penyebaran agama Islam di kerajaan ini tidak lepas dari peran Syaikh Burhanuddin Ulakan, ulama ternama di Aceh.

Kerajaan Perlak adalah salah satu kerajaan Islam tertua di Sumatera. Raja pertama Kerajaan Perlak adalah Sultan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Azis Syah. Kerajaan ini sempat mengalami perang saudara antara kaum Syiah dan Sunni setelah raja pertama wafat.

Pada 302H, kaum Syiah memenangkan perang tersebut. Sultan Alaiddi Syed Maulana Ali Mughat Shah dari aliran Syiah akhirnya naik tahta. Pada 362H, pergolakan kembali terjadi setelah sultan ketujuh meninggal.

Setelah empat tahun mengalami pergolakan, Syiah dan Sunni akhirnya berdamai dan membagi kerajaan menjadi dua bagian, yakni Perlak Pesisir (Syiah) dan Perlak Pedalaman (Sunni). Setelah sultan Perlak ke-18 meninggal, Kerajaan Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudera Pasai di bawah pemerintahan Samudera Pasai.

Huraikan ikhtibar yang diperoleh daripada kekayaan hasil bumi sesebuah negara​

Tujuan pihak british menubuhkan negeri selat

Mengapa indonesia berlayar jauh dengan kapal bercadik?

dari riwayat dari kerajaan-kerajaan di Jawa Tunjukkan minimal tiga fakta yang mencerminkan adanya toleransi beragama dalam kerajaan​

Jelaskan iktibar daripada peristiwa pakatan british dan belanda tersebut​

Kenapa afrika g ada air? hohohohoo​

Jelaskan pendapat saudara perbedaan aliran pragmatic legal realism dan mahzab unpad dalam filsafat hukum​

peningkatan pengetahuan membawa kepada penciptaan peralatan daripada Gangsa dan besi.Senaraikan peralatan-peralatan tersebut.​

Bagaimanakah pemimpin dan kepimpinan negara melaksanakan hubungan baik dengan negara luar sebagai sandaran kedaulatan negara?​.

Jati diri PGRI salah satunya adalah Jiwa. Semangat dan Nilai 1945 (JSN 45) sebagai rumusandan manifestasi PGRI selaku organisasi perjuangan, yang haru … s ditanamkan pada generasiIndonesia sepanjang masa. Di antaranya melalui metode edukasi untuk menanamkan dasaryang kuat untuk penghayatan dan pengamalan JSN 45 sesuai dengan sifat ruang lingkupnya. Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup metode pendidikan itu!​.