Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah

Reaksi penetralan merupakan reaksi yang terjadi antara asam dan basa. Reaksi asam-basa dalam medium air biasanya menghasilkan garam dan air, yang merupakan senyawa ionik yang terbentuk dari suatu kation selain H+ dan suatu anion selain OH‑ atau O2-.[1]

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah

Animasi titrasi netralisasi basa kuat-asam kuat (menggunakan fenolftalein). Titik ekivalen ditandai dengan warna merah.

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah

Reaksi penetralan merupakan reaksi yang melibatkan hidrogen dan hidroksida

Asam + basa → garam + air

Semua garam merupakan elektrolit kuat yang berasal dari reaksi antara asam dan basa, karena baik asam maupun basa keduanya merupakan elektrolit kuat, senyawa ini terionisasi sempurna di dalam larutan.

Contoh reaksi antara asam dan basa yang senyawanya terionisasi secara sempurna yaitu:

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O (l)

Reaksi antara asam kuat dengan basa kuat akan menghasilkan pH larutan yang dihasilkan bersifat netral atau pH = 7.

Contoh reaksi asam basa yang menghasilkan pH netral:

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O (l)

Reaksi asam kuat dan basa lemah

Reaksi antara asam kuat dengan basa lemah akan menghasilkan pH larutan yang dihasilkan bersifat asam atau pH < 7.

Contoh reaksi asam basa yang menghasilkan pH asam:

HCl(aq) + NH3(aq) → NH4Cl(aq)

Reaksi asam lemah dan basa kuat

 

Kurva titrasi untuk penambahan basa kuat ke dalam asam lemah dengan pKa 4,85. Kurva diberi label dengan konsentrasi asam.

Reaksi antara asam lemah dengan basa kuat akan menghasilkan pH larutan yang di hasilkan bersifat basa atau pH > 7.

Contoh reaksi asam basa yang menghasilkan pH basa:

HC2H3O2(aq) + NaOH(aq) → NaC2H3O2(aq) + H2O (l)

Reaksi asam lemah dan basa lemah

Reaksi antara asam lemah dengan basa lemah akan mengahasilkan pH larutan yang di hasilkan bersifat netral atau pH = 7.[2]

Contoh reaksi asam basa yang menghasilkan pH netral:

HC2H3O2(aq) + NH3(aq) → NH4 C2H3O2(aq)

Reaksi asam dan basa yang sama kekuatannya,akan menghasilkan larutan netral, baik yang reaksi antara asam dan basa yang keduanya kuat maupun keduanya lemah. Reaksi asam dan basa dengan kekuatan yang berlainan akan menghasilkan larutan asam lemah atau basa basa lemah. Jika asam yang dihasilkan itu lebih kuat daripada basa yang dihasilkan, maka diperoleh larutan asam lemah. Sebaliknya jika basa yang dihasilkan lebih kuat dari asam yang dihasilkan, maka di peroleh larutan basa lemah. Terlepas dari kekuatan relative asam dan basa yang terlibatsemua reaksi sam-basa ini merupakan reaksi penetralan.[3]

Metode titrasi kimia digunakan untuk menganalisis asam atau basa untuk menentukan konsentrasi yang tidak diketahui. Baik pH meter atau indikator pH dapat digunakan untuk menunjukkan titik netralisasi dengan perubahan warna yang berbeda. Perhitungan stoikiometri sederhana dengan volume yang diketahui dari volume yang diketahui dan yang tidak diketahui serta molaritas dari bahan kimia yang ditambahkan memberikan molaritas yang tidak diketahui.

Dalam pengolahan air limbah, metode netralisasi kimia sering diterapkan untuk mengurangi kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh limbah setelah dilepaskan ke lingkungan. Untuk kontrol pH, bahan kimia yang populer digunakan termasuk kalsium karbonat, kalsium oksida, magnesium hidroksida, dan natrium bikarbonat. Pemilihan bahan kimia netralisasi yang tepat tergantung pada aplikasi tertentu.

  1. ^ Chang, R. 2004. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti. Jakarta: Erlangga
  2. ^ Syukri. 1999. Kimia Dasar 2. Bandung: ITB
  3. ^ Keenan, Kleinfelter dan Wood. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga

Netralisasi tercakup dalam sebagian besar buku teks kimia umum. Ulasan terperinci dapat ditemukan dalam buku teks mengenai kimia analitik seperti

  • Skoog, D.A; West, D.M.; Holler, J.F.; Crouch, S.R. (2004). Fundamentals of Analytical Chemistry (edisi ke-8). Thomson Brooks/Cole. ISBN 0-03-035523-0.  Bab 14, 15 dan 16
Aplikasi

  • Stumm, W.; Morgan, J.J. (1996). Water Chemistry. New York: Wiley. ISBN 0-471-05196-9. 
  • Snoeyink, V.L.; Jenkins, D. (1980). Aquatic Chemistry: Chemical Equilibria and Rates in Natural Waters. New York: Wiley. ISBN 0-471-51185-4. 
  • Millero, F.J. (2006). Chemical Oceanography (edisi ke-3). London: Taylor and Francis. ISBN 0-8493-2280-4. 
  • Metcalf & Eddy. Wastewater Engineering, Treatment and Reuse. 4th ed. New York: McGraw-Hill, 2003. 526-532.

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi_penetralan&oldid=21082258"

Halo Sobat Zenius! Sebelumnya elo udah pernah mendengar kata “stoikiometri” belum? Udah ya, karena sebelum membahas reaksi asam basa pasti elo belajar tentang stoikiometri terlebih dahulu. Simpelnya, stoikiometri merupakan ilmu yang mempelajari perhitungan kuantitatif dari suatu reaktan dan produk di dalam reaksi kimia.

Nah, jenis-jenis stoikiometri itu ada apa aja sih?

  1. Reaksi Asam Basa.
    Reaksi ini terjadi ketika asam dan basa direaksikan, maka akan menghasilkan garam dan air (asam + basa → garam + H2O).
  2. Reaksi Pendesakan.
    Reaksi ini terjadi ketika suatu logam A bereaksi dengan larutan elektrolit BC, maka akan terjadi pendesakan. Misalnya A mendesak B dan posisi B digantikan oleh A, sehingga B akan keluar sebagai unsur bebas. Sehingga akan menghasilkan produk reaksi larutan elektrolit (AC) dan B (A + BC → AC + B).
  3. Reaksi Pertukaran Ion.
    Reaksi ini terjadi antara zat elektrolit pertama direaksikan dengan elektrolit kedua, maka akan menghasilkan elektrolit ketiga dan keempat (AB + CD → AD + CB). Umumnya terjadi antara garam 1 + garam 2 → garam 3 + garam 4 atau bisa juga nih terjadi antara garam 1 + basa 1 → garam 2 + basa 2.

Kali ini, kita hanya akan membahas tentang jenis yang pertama, yaitu reaksi asam basa. Jenis stoikiometri lain akan dibahas di artikel lainnya.

Apa Itu Reaksi Asam Basa?

Seperti yang udah gue sampaikan sebelumnya bahwa reaksi asam basa merupakan reaksi dari asam dan basa akan menghasilkan garam dan air.

Asam + basa → garam + H2O

Garam terbentuk dari sisa asam dan sisa basa. Kita ambil contoh reaksi asam HNO3 dan basa Ca(OH)2.

2HNO3 + Ca(OH)2 → Ca(NO)2 + 2H2O

Untuk menghasilkan reaksi di atas, maka dibuat penyetaraan antara reaktan dan produknya.

Reaksi Oksida Asam dan Oksida Basa

Selain itu, ada juga nih yang namanya oksida asam dan oksida basa. Oksida asam umumnya unsur non logam yang berikatan dengan oksigen. Contohnya SO3, N2O5, dan CO2. Oksida asam ketika unsur logam berikatan dengan oksigen. Contohnya Na2O, CaO, dan BaO.

Oksida berarti senyawa-senyawa yang ketika dimasukkan ke dalam air akan menghasilkan zat asam atau basa. Oksida asam dimasukkan ke dalam air akan menghasilkan asam. Contohnya SO3 + H2O → H2SO4. Oksida basa dimasukkan ke dalam air akan menghasilkan basa. Contohnya Na2O + H2O → 2NaOH.

Nah, dalam reaksi asam basa, elo bisa jadi menemukan suatu senyawa yang masih dalam bentuk oksida basa bereaksi dengan zat asam dan oksida asam bereaksi dengan zat basa. Kebayang nggak sama reaksinya?

Oksida basa + asam → garam + H2O

Contoh:

Na2O + 2HNO3 → 2NaNO3 + H2O

CaO + H2SO4 → CaSO4 + H2O

Begitu pun dengan oksida asam direaksikan dengan zat basa, maka hasilnya akan tetap garam dan H2O.

Oksida asam + basa → garam + H2O

Contoh:

SO3 + 2NaOH → Na2SO4 + H2O

Yap, dalam menentukan reaksi oksida ini memang agak ribet ya, guys. Karena kita harus tahu dulu oksida tersebut termasuk zat apa. Misal oksida asam, kita harus tahu dulu nih oksida asam itu berasal dari zat asam yang mana. Kalau masih kurang paham dengan uraian di atas, elo bisa langsung meluncur ke video belajar Zenius yang langsung dijelaskan oleh tutor Kimia secara gratis dengan klik banner di bawah ini.

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah

Reaksi Amonia dan Asam

Ketika elo menemukan suatu reaksi yang terjadi antara amonia dan asam, maka produknya adalah garam amonium tanpa melepaskan H2O.

Amonia + asam → garam amonium

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah
Ilustrasi ammonium chloride bentuk kristal (Dok. Wikimedia Commons)

Contoh:

NH3 + HCl → NH4Cl

NH3 + H2SO4 → (NH4)2SO4

Baca Juga: Macam-Macam Indikator Asam Basa – Materi Kimia Kelas 11

Ciri Ciri Reaksi Asam Basa

Ada temen yang lagi nyeritain tentang si B, dia cerita babibu panjang banget deh pokoknya. Posisinya, elo nggak tahu nih si B itu siapa dan seperti apa. Bingung nggak? Minimal elo tahu dulu ciri-ciri si B itu gimana, supaya ada gambaran dan bisa lebih bersimpati dengan cerita temen elo itu, iya nggak?

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah
dok. Tenor

Sama halnya ketika elo belajar, ada istilah baru yang masih asing karena sebelumnya nggak pernah ketemu. Sehingga, untuk lebih mudah memahami istilah baru itu, elo harus tahu dulu ciri-cirinya seperti apa. Oke, sekarang kita bahas dulu ciri ciri reaksi asam basa, karena hasil dari reaksi ini kan udah pasti garam dan H2O. Jadi, kalau salah menentukan jenis reaksinya, maka hasilnya juga bisa salah lho.

  1. Reaksi bisa terjadi antara senyawa asam kuat-basa kuat dan asam lemah-basa lemah.
  2. Hasil dari reaksinya berupa garam dan H2O.
  3. Reaksi antara asam dan asam nggak akan menghasilkan garam dan air, begitu pun dengan reaksi yang terjadi antar basa.
  4. Reaksi asam dan basa terjadi dengan perpindahan ion-ion pada kedua senyawa tersebut.

Baca Juga: Rumus Pengenceran Larutan dan Contoh Soal – Materi Kimia Kelas 11

Reaksi Asam Basa Bronsted-Lowry

Menurut Johannes Nicolaus Bronsted dan Thomas Martin Lowryーyang selanjutnya lebih dikenal dengan Bronsted-Lowryーasam adalah spesi yang memiliki kecenderungan untuk kehilangan proton, sedangkan basa adalah spesi yang memiliki kecenderungan untuk mendapatkan proton (proton → H+).

Simpelnya, kita bisa bilang kalau teori Bronsted-Lowry itu tentang konsep asam basa berdasarkan transfer proton. Asam sebagai donor proton dan basa sebagai penerima atau akseptor protonnya.

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah
Foto bronsted dan lowry (Dok. Wikipedia)

Contoh reaksi asam basa Bronsted Lowry:

HCl + NH3 → Cl- + NH4+

CH3COOH + H2O ⇄ CH3COO- + H3O–

HNO3 + NH3 ⇄ NO3– + NH4-

S2- + H2O ⇄ HS- + OH-

Reaksi Asam Basa Lewis

Teori Bronsted-Lowry masih terbatas pada reaksi yang melibatkan proton. Padahal masih banyak reaksi-reaksi di sekitar kita yang punya sifat asam dan basa tapi nggak sesuai dengan teori tersebut. Sehingga, muncul teori dari ilmuwan kimia asal Amerika Serikat bernama Gilbert N. Lewis atau Lewis yang menemukan teori asam basa Lewis.

Ia mendefinisikan bahwa asam sebagai suatu zat yang bisa menerima sepasang elektron, sedangkan basa adalah zat yang dapat memberikan sepasang elektron.

Contoh reaksi asam basa Lewis adalah reaksi antara Na2O dan SO3.

Na2O + SO3 → Na2SO4

Diantara zat berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah adalah

Baca Juga: Pengertian Larutan dan Klasifikasinya – Kimia Kelas 11

Contoh Soal dan Pembahasan Reaksi Asam Basa

Untuk menguji sejauh mana pemahaman mengenai materi reaksi asam basa, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Simak soal selengkapnya di bawah ini ya!

Contoh Soal 1

Pasangan berikut ini akan menghasilkan garam dan H2O, kecuali ….

a. HCl dan KOH

b. HI dan KCl

c. HF dan NaOH

d. CaOH dan H2SO4

e. Fe(OH)3 dan HNO3

Jawab: b. HI dan KCl

Pembahasan: Produk reaksi yang menghasilkan garam dan H2O merupakan reaksi dari asam dan basa. Sedangkan, HI dan KCl bukan merupakan reaksi asam basa, melainkan asam dan garam. Sehingga, nggak akan menghasilkan garam dan H2O.

Contoh Soal 2

Definisi asam basa menurut Bronsted-Lowry yang tepat adalah ….

a. Basa merupakan sifat dari senyawa yang dapat menghasilkan ion OH- dalam air.

b. Asam merupakan sifat dari senyawa yang dapat menghasilkan ion H+ dalam air.

c. Spesi asam dapat meningkatkan konsentrasi ion H+ dalam larutan.

d. Spesi basa dapat meningkatkan konsentrasi ion OH- dalam larutan.

e. Basa merupakan sifat dari senyawa yang menerima proton.

Jawab: e. Basa merupakan sifat dari senyawa yang menerima proton.

Pembahasan:

Menurut Bronsted-Lowry, asam dan basa didefinisikan sebagai berikut:

1. Asam adalah senyawa yang akan mendonorkan proton.

2. Basa adalah senyawa yang menerima proton.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang reaksi asam basa? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius di sini secara GRATIS menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!