Sebutkan dua faktor yang mempengaruhi besarnya arus yang dihasilkan oleh induksi elektromagnetik

Induksi elektromagnetik adalah terjadinya perubahan jumlah garis - garis gaya magnet (kekuatan medan magnet) pada kumparan.

Perubahan medan magnet dalam kumparan menimbulkan GGL pada ujung - ujung kumparan, yang mana GGL hasil induksi elektromagnet ini disebut GGL Induksi.

Suatu induksi elektromagnet dapat terjadi apabila mengalami 3 sebab berikut:


Faktor - faktor GGL Induksi Elektromagnetik

1#. Arus Listrik Searah (DC)

Maksudnya, arus listrik searah yang disambung - putus dengan cepat pada kumparan primer didekat kumparan sekunder.

Tahukah kalian perbedaan kumparan primer dan sekunder? Kumparan Primer yaitu lilitan kawat yang berhubungan langsung dengan sumber tegangan. Sedangkan Kumparan Sekunder yaitu lilitan kawat yang menghasilkan GGL induksi baru.

Sesaat ketika saklar ditutup, arus listrik menyebabkan timbulnya medan magnet, sehingga perubahan medan magnet yang sesaat tersebut menyebabkan terjadinya GGL pada kumparan sekunder.

Contoh alat elektronik yang mengaplikasikan prinsip sambung - putus arus listrik searah ini adalah induktor Rumkorf, sebagai alat pengapian pada mobil atau sepeda motor.

2#. Arus Listrik Bolak - balik (AC)

Arus listrik bolak - balik yang dimaksud adalah adalah apabila telah dialirkan pada kumparan primer, yang selanjutnya pada kumparan primer terjadi perubahan medan magnet secara terus menerus.

Apabila kumparan sekunder dililitkan pada inti yang sama dengan kumparan primer akan mengalami perubahan garis - garis gaya magnet. Akibatnya pada ujung - ujung kumparan sekunder akan timbul GGL.

Contoh alat elektronik yang mengaplikasikan prinsip ini adalah transformator (trafo).

3#. Kutub Magnet Bergerak Keluar - Masuk Kumparan

Kutub magnet yang bergerak masuk - keluar atau mendekat - menjauh terhadap kumparan, maka jumlah garis - garis gaya magnet yang dihasilkan akan memotong kumparan secara berubah - ubah.

Perubahan jumlah garis gaya medan magnet akan menyebabkan tegangan pada ujung - ujung kumparan. Sehingga jarum Galvanometer bergerak ke arah kiri dan kanan.

Induksi elektromagnet bisa juga terjadi apabila magnet berputar di dekat kumparan atau kumparan diputar di dekat magnet.

Sebagai contoh dari aplikasi prinsip ini adalah sistem pengapian pada mesin sepeda motor, di mana listrik yang dihasilkan akan dibagi untuk sistem pembakaran dan sumber menyalakan lampu bohlam.

Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi GGL induksi antara lain:

1#. Kecepatan Putaran atau Gerak Magnet

Semakin cepat gerak maupun putaran magnet, maka akan semakin besar pula GGL induksi yang dihasilkan pada ujung - ujung kumparan.

2#. Kekuatan Medan Magnet

Semakin kuat medan magnet (gaya tarik magnet), maka akan semakin besar pula GGL induksi yang dihasilkan pada ujung - ujung kumparan.

3#. Jumlah Lilitan Kawat

Makin banyak jumlah lilutan kawat yang dibuat, maka semakin besar pula GGL induksi yang dihasilkan pada ujung - ujung kumparan.

Terakhir diperbarui : 31 Oktober 2018

Di zaman yang serbateknologi ini, sulit rasanya membayangkan hidup tanpa listrik. Mulai dari kulkas, televisi, kipas angin, AC, bahkan smartphone yang kita gunakan sehari-hari membutuhkan daya dari listrik. Kita memperoleh listrik dari banyak sumber, seperti batu bara dan tenaga air. Energi tersebut diubah menjadi listrik menggunakan generator yang bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik.

Elektromagnetik tidak sengaja ditemukan oleh Hans Christian Oersted, yaitu seorang ahli fisika dan kimia asal Denmark. Dalam eksperimennya, ia menemukan prinsip elektromagnetisme yang kemudian berguna dalam berbagai aplikasi kelistrikan. Induksi elektromagnetik sendiri kemudian dikembangkan oleh Michael Faraday, sehingga dapat digunakan dalam pembangkitan listrik.

Tapi, apa sebenarnya induksi elektromagnetik itu?

Induksi elektromagnetik adalah fenomena timbulnya arus listrik karena adanya perubahan fluks magnetik. Fluks magnetik merupakan banyaknya garis gaya magnet yang menembus suatu bidang. Di tahun 1821-lah Michael Faraday menemukan bahwa perubahan medan magnet rupanya mampu menimbulkan arus listrik.

Gaya gerak listrik yang muncul akibat perubahan jumlah garis gaya magnet disebut dengan istilah GGL induksi. Sementara itu, arus yang mengalir dinamakan arus induksi dan peristiwanya disebut dengan induksi elektromagnetik.

Terdapat tiga faktor yang memengaruhi besar GGL induksi. Pertama adalah kecepatan perubahan medan magnet. Semakin cepat perubahan medan magnet, maka semakin besar pula GGL induksi yang timbul. Kedua adalah banyaknya lilitan. Semakin banyak lilitan akan menghasilkan GGL induksi yang semakin besar. Terakhir adalah kekuatan magnet. Gejala magnet yang kuat dapat menimbulkan GGL induksi yang semakin besar pula.

(Baca juga: Gelombang Elektromagnetik, Definisi dan Sifatnya)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, induksi elektromagnetik digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Pembangkit listrik yang menggunakan induksi elektromagnetik adalah generator dan transformator.

Generator adalah alat yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Terdapat dua jenis generator, yaitu generator arus searah (DC) atau dinamo dan generator arus bolak-balik (AC) atau alternator. Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, yaitu dengan memutar kumparan dalam medan magnet sehingga timbul GGL induksi.

Sementara itu, transformator atau trafo adalah alat yang mampu mengubah tegangan AC dengan memindahkan energi listrik secara induksi melalui kumparan primer ke kumparan sekunder. Trafo menghasilkan GGL pada kumparan sekunder karena medan magnet yang berubah-ubah akibat aliran arus bolak-balik pada kumparan primer. Arus tersebut kemudian diinduksikan oleh besi lunak ke dalam kumparan sekunder.

Trafo terbagi ke dalam dua jenis, yaitu trafo step-up dan step-down. Trafo step-up berfungsi untuk menaikkan tegangan AC sumber, sementara trafo step-down berfungsi untuk menurunkan tegangan AC sumber.

  • Home
  • Magnet
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi GGL Induksi Elektromagnetik

Pengertian induksi elektromagnetik adalah peristiwa terjadinya gaya gerak listrik induksi (GGL induksi) pada ujung-ujung kumparan karena terjadinya perubahan medan magnet. Induksi elektromagnetik ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday (1791–1867).

Percobaan Faraday ini berawal dari percobaan Oersted yang menemukan bahwa disekitar kawat lurus berarus menghasilkan medan magnet. Kemudian Faraday berhasil menemukan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.

Percobaan Faraday

Percobaan Faradayadalah dengan cara menggerak-gerakan magnet batang ke dalam kumparan ternyata menghasilkan arus litrik. Sebelumnya kumparan atau lilitan dihubungkan dengan amperemeter atau galvanometer. Ketika batang magnet digerakan masuk atau keluar kumparan terjadi arus listrik yang ditandai dengan bergeraknya jarum galvanometer. Kemudian ketika magnet didiamkan di dalam kumparan tidak terjadi arus listrik, jarum galvanometer tidak bergerak. Hal ini disebabkan oleh terjadinya beda potensial yang disebut dengan gaya gerak listrik induksi (GGL Induksi).

Kesimpulan dari percobaan Faraday adalah timbulnya GGL dan arus listrik disebabkan oleh perubahan banyaknya medan magnet yang berada di sekitar penghantar tersebut. Arus listrik yang timbul dari peristiwa ini disebut dengan arus listrik induksi. Jumlah atau banyaknya medan magnet yang menembus penghantar disebut dengan perubahan fluks magnetik. Bisa dikatakan pula bahwa timbulnya GGL dan arus induksi disebabkan oleh perubahan fluks magnetic pada penghantar.

Cara Membuat Magnet Dengan Gosokan, Elektromagnetik, dan Induksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi elektromagnetik adalah

  1. Banyaknya jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan maka semakin besar nilai GGL nya
  2. Besar kuat medan magnet/ kekuatan magnet. Semakin kuat magnet yang digunakan maka semakin besar pula nilai GGL dan arusnya
  3. Kecepatan gerak magnet yang keluar masuk kumparan. Hal ini menyebabkan sekamin cepat perubahan medan magnetnya sehingga GGL semakin besar.
  4. Lilitan terbuat dari bahan feromagnetik seperti besi dan baja.

Biasanya kalau di sekolah terdapat tiga faktor yang berpengaruh pada GGL Induksi. Semoga bermanfaat 🙂

SHARE ON Twitter Facebook WhatsApp Pinterest

    Fungsi dan Cara Kerja Elektroskop Secara Singkat - Pengertian elektroskop adalah alat yang digunakan untuk menyelidiki adanya muatan dalam suatu benda. Prinsip kerjanya adalah peristiwa induksi muatan...

    Benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet adalah besi dan baja. Dalam ksehidupan sehari-hari kita mudah untuk menemukan benda tersebut. Sifat besi hanya bisa menarik logam. Kalau benda yang non...

    Pada artikel ini Pak Mono akan membahas tentang tiga cara membuat magnet yakni dengan cara menggosokan magnet, induksi, dan elektromagnetik. Namun sebelumnya kita belajar tentang apa itu magnet. Penge...

    Pada kesempatan kali ini Pak Mono akan menjelaskan tentang pengertian Isoklin, Isogon, Aklin, dan Agon. Namun sebelumnya kita belajar dahulu tentang sudut deklinasi dan sudut inklinasi. Guru ka...

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA