Contoh waralaba luar negeri yang ada di Indonesia

Bisnis kuliner tak akan pernah menemui jalan buntu, sebab penikmatnya terus ada. Selalu laris lantaran para peraciknya pun tak pernah kehabisan akal, mengolah panganan lezat menggoda selera. Ini pula yang membuat bidang usaha waralaba turut berkembang. Brand makanan dan minuman lokal hingga luar negeri mudah ditemui di setiap penjuru kota, bahkan terkadang saking banyaknya kamu bingung membedakan brand itu berasal dari negeri sendiri atau bukan. Berikut deretan merek terkenal dari Indonesia yang sering dikira dari luar negeri, disimak ya!

instagram.com/jcoindonesia

instagram.com/aldisafdlllh

instagram.com/silverqueenid

instagram.com/hollandbakeryindonesia

instagram.com/eattemptationsby

Baca Artikel Selengkapnya

Inilah bisnis waralaba asing di Indonesia.

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Pameran Waralaba dan Lisensi Indonesia akan digelar untuk yang ke-13 kalinya.

Pameran yang menampilkan 300 perusahaan pemilik merek waralaba dan lisensi ini akan digelar di Assembly Hall JCC Senayan, mulai 11-13 September 2015.

Dalam pameran ini, tidak hanya perusahaan pemegang merek waralaba lokal atau asal Indonesia yang akan bergabung, tetapi juga perusahaan waralaba asing akan menjual waralaba dan lisensinya.

Tercatat, tahun lalu, perusahaan waralaba asing datang dari 9 negara di dunia. Sementara tahun ini perusahaan waralaba dari 16 negara di dunia akan ikut serta.

Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), mengatakan Indonesia menjadi negara favorit tempat masuknya bisnis waralaba asing.

Pasalnya menurutnya, saat kondisi ekonomi sedang tidak baik, bisnis waralaba-lah yang dilirik oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan perekonomiannya.

"(Perusahaan waralaba) asing banyak masuk ke Indonesia, terbukti bahwa pangsa pasarnya baik meskipun kondisi ekonomi kita sedikit lesu, seperti saat ini," kata Levita dalam saat memberikan keterangan pers mengenai bisnis waralaba dan lisensi di Mall Grand Indonesia, Tanahabang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) siang.

Ia menambahkan, sejatinya kondisi ekonomi yang lemah ini bukan hanya berdampak kepada bisnis waralaba, melainkan juga ke semua sektor bisnis.

Sementara itu, Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), menyebutkan bisnis waralaba dan lisensi merupakan salah satu solusi bagi pelaku waralaba untuk memperluas jaringan usaha mereka.

"Di tengah kondisi perekonomian saat ini, semua begitu terpaku menyoroti kondisi ekonomi melemah, tapi tidak pernah ada solusi nyata untuk keluar dari hal tersebut," ujarnya.

Karenanya, dia menilai, sektor waralaba dan lisensi adalah sektor riil yang mampu menyelematkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi.

"Satu-satunya jalan (keluar) masalah ekonomi adalah memperbesar peran domestik. Pameran ini akan memberikan peluang pada masyarakat, ini sektor yang bisa menolong selain UKM," katanya.

Dalam pameran tersebut, nantinya akan ada 300 perusahaan waralaba dari dalam dan luar negeri yang membuka peluang usaha bagi semua orang, tidak hanya pebisnis tetapi juga masyarakat yang hendak memulai bisnis. (Agustin Setyo Wardani)

Ada banyak contoh waralaba Indonesia yang sudah mendunia dan menginspirasi banyak orang Hal ini disebabkan mudahnya izin mendirikan franchise dan jenis usaha ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah pilihan investasi yang menjanjikan. Kemudahannya mendorong banyak pebisnis dan investor untuk mencoba bisnis jenis ini. Franchise sendiri merupakan salah satu bisnis yang memiliki peluang lebih besar dan kesuksesan yang tinggi. Terutama pada produk yang telah memiliki branding cukup terkenal dan dikenal banyak masyarakat. Dibandingkan jika menggunakan branding sendiri dan harus melakukan promosi, pastinya juga akan membutuhkan biaya promosi yang lebih besar.

Franchise dianggap sebagai jalur distribusi yang efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumen melalui jaringan franchisee. Beberapa tahun terakhir ini bisnis franchise, terlebih di bidang makanan tumbuh dengan pesat. Jika kita amati, maka kita akan dengan mudah menemukan berbagai jenis franchise kreatif, khususnya di bidang kuliner. Dengan demikian, bisnis ini merupakan peluang usaha yang cukup praktis terutama bagi kamu para pebisnis pemula. Ternyata, kesuksesan franchise khususnya di Indonesia telah dialami oleh beberapa merek dagang dari Indonesia yang sukses dan merambah ke mancanegara.

Baca juga: Bagaimana rekonsiliasi otomatis dapat mempermudah kinerja perusahaan Anda

Jco Donuts

Generasi milenial pasti sangat akrab dengan merek donat yang satu ini. Kehadirannya pada tahun 2005 berhasil menggeser nama besar brand donat lain seperti Dunkin Donuts di tengah masyarakat Indonesia. Akan tetapi kehadiran nya membuat banyak persepsi yang salah dengan menebak bahwa Jco Donuts merupakan contoh waralaba asing, padahal ini adalah UKM lokal Indonesia yang kini telah menjadi perusahaan yang besar. Perusahaan ini didirikan oleh Johnny Andrean seorang pengusaha yang sukses di bidang salon.

Jco bukan saja memproduksi donat namun juga Yoghurt beku dan kopi. Franchise ini merupakan produk UKM Indonesia yang berkembang sangat pesat. Hanya dalam waktu 2 tahun, Jco berhasil membuka gerai di Singapura, Australia dan Hongkong. Saat ini paling tidak ada 60 gerai di negara tersebut ditambah Filipina. Gerai lokalnya sendiri sudah ratusan tersebar di berbagai kota di Indonesia.

CFC

CFC yang merupakan singkatan dari California Fried Chicken. CFC sendiri adalah produk waralaba lokal. Hanya namanya saja menggunakan nama salah satu kota di Amerika, California, namun ini perusahaan asli dari Indonesia. Pemilihan namanya sendiri memang dimaksudkan untuk menyasar pasar mancanegara. Niatan ini tak sia-sia karena dibuktikan dengan banyaknya cabang CFC di negara tetangga. Cabang franchise ini paling banyak berada di Cina, diawali dengan 20 gerai sekaligus pada 1996. Kini jumlahnya sudah ratusan termasuk di Malaysia dan Singapura.

Kebab Baba Rafi

Makanan gerobakan ini juga adalah contoh waralaba makanan Indonesia yang sukses di pasar mancanegara. Siapa sangka jika makanan khas timur tengah ini kini menjadi contoh waralaba kebab tersukses di dunia di tangan pengusaha Indonesia. Saat ini ada 60 gerai Kebab Baba Rafi di luar Indonesia. Cabang tersebut tersebar di 8 negara termasuk Bangladesh, Belkamu, dan Sri Lanka. Pertama kalinya merk ini dibawa ke negara tetangga, Malaysia pada tahun 2009. Secara keseluruhan, saat ini sudah memiliki 1200 cabang baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Baca juga: Cara mengembangkan bisnis franchise dari sudut pandang franchisor

Es Teler 77

Siapa sangka sebuah warung tenda milik Murniati Widjaja yang menjual produk es teler berkembang pesat menjadi sebuah bisnis waralaba Es Teler 77. Bisnis ini mulai diwaralabakan pada tahun 1987 dan dapat dikatakan menjadi pelopor bisnis waralaba Indonesia. Es Teler 77 mulai go internasional pada tahun 1998 dan mendirikan gerai pertama di Singapura. Kini, Es Teler 77 telah memiliki 180 gerai di Indonesia dan 6 gerai di mancanegara.

Es Batok 212

Berdiri sejak 2008, es yang dinamai 212 ini terinspirasi dari Wiro Sableng 212. Es batok memiliki keunikan tersendiri yaitu disajikan di dalam batok kelapa dan mengusung konsep booth. Bisnis es batok ini mulai diwaralabakan dan berhasil memiliki lebih dari 100 booth pada tahun 2010. Es Batok 212 juga mulai merambah ke mancanegara dengan booth pertamanya di Malaysia, dan berencana untuk melebarkan sayap ke beberapa negara lainnya seperti Filipina, Brunei, Thailand, dan Taiwan.

(Visited 8.016 times, 1 visits today)

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA